|
Ditulis Oleh: Abu Abdulloh Ali bin Muhammad Al Maghribi
|
|
Betapa banyak penceramah, khatib, Kyai dan semisalnya mendengungkan dan membawakan hadits-hadits dhaif bahkan maudhu' bahkan meninggalkan hadits-hadits yang shahih dan tsabit. Bisa jadi karena kebodohan, hawa nafsu dan tipu daya syaithon sehingga perkara ini menghiasi mereka, pengamalan hadits shahih memberatkan mereka. Alangkah indahnya penafsiran Al Imam Al Qurthubi -rahimahullah- terhadap Al Qur'an dalam Surat Al Ahdzab 56 . Beliau -rahimahullah- berkata" Merupakan kewajiban manusia agar memandang agamanya ibarat mereka memandang hartanya, mereka tidak mau mengambil uang (barang) yang cacat dalam jual beli. Mereka hanya memilih yang baik. Seharusnya pula tidak boleh diambil riwayat dari Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam kecuali yang shahih sanadnya dari Beliau, agar tidak termasuk kebohongan atas nama Rosul. Di saat seseorang ingan mendapatkan keutamaan (dalam beramal), justru ia mendapat kerugian/kekurangan, bahkan bisa mendapat kerugian yang nyata."Maka, cukupkanlah diri kita dengan mengamalkan hadits-hadits shahih, dan sungguh mengamalkan hadits shahih sudah cukup menyibukkan kita daripada mengambil dan mengamalkan hadits dhaif bahkan palsu/maudhu'.Inilah kitab jilid kedua yang menyajikan hadits hadits shahih yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan fadhail amal, yang Insya alloh bisa memberi semangat kepada kita untuk segera tanpa ragu untuk beramal sholih untuk bekal keselamatan dunia dan akherat kita. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-
|
|
Inilah edisi terjemah dari kitab 'At Taqrib At Tadmuriyyah' karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah- , sebuah kitab yang menghimpun secara sistematis dan melakukan pendekatan makna (agar mudah dipahami) yang ada dalam risalah karya Syaikhul Islam Al Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah- yang berjudul " Risalah Tahqiq Al Istbat Lil Asma' Wash Shifat Wa Haqiqah Al Jami' Baina Al Qadr wa Asy Syar'I" yang lebih dikenal dengan "At Tadmuriyyah" yang berisi jawaban-jawaban oleh Syaikhul Islam atas pertanyaan penduduk daerah Tadmur (sebuah kota tua di tengah wilayah negeri Suriah) yang mengurai tentang Tauhid dan Sifat-sifat Alloh Azza wa Jalla, beserta prinsip-prinsip dan kaedah-kaedah yang harus diimani oleh setiap muslim. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Fawwaz bin Hulail bin Rabah As Suhaimi
|
|
Alloh Azza wa Jalla berfirman , yang artinya : "Katakanlah: 'inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik'." [QS Yusuf 108) "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu , Dia-lah yang lebih Mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." [QS An Nahl 125] " Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan tersebut menceraiberaikanmu dari jalan-Nya.Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." [QS Al An'am 153]. " Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal sholih dan berkata,' Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri'."[QS Fushilat 33]. Inilah kitab yang memberikan penjelasan tentang manhaj Salaf, dasar dasarnya dalam berdakwah kepada Allah dengan beberapa kriteria atau syarat yang harus dipenuhi berkaitan dengan seorang Da'i Salafi , orang-orang yang didakwahi dan materi dakwah yang disampaikan. dan dibahas pula bagaimana cara dan metode manhaj Salaf dalam berdakwah disertai kesalahan dan bantahan terhadap metode-metode dakwah yang saat ini diusung oleh orang-orang bodoh yang dianggap Da'i dengan beragam metode dakwah hizbiyyah-nya yang jelas sangat menyimpang jauh dari manhaj Salaf. |
|
Selengkapnya...
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Dr Abdussalam bin Salim As Suhaimi
|
|
Sungguh, dewasa ini secara umum d inegeri-negeri muslimin, dakwah Salaf dihadang oleh tuduhan batil , kedzaliman, pencemaran, pemutarbalikkan fakta. Padahal dakwah Salafiyah sangat jauh dari sembarangan menuduh kafir, bid'ah, dan fasik tanpa dalil, juga sangat jauh dari sikap berelebih-lebihan dan melampaui batas. Hanya saja dakwah yang penuh barakah ini telah dikaitkan dengan beberapa perkara yang bukan termasuk ajarannya namun dinisbatkan kepadanya oleh orang-orang yang tidak menempuh manhaj-nya, yang justru mencemari keindahannya dan merubah hakekat serta melarikan dan menjauhkan manusia darinya. Dan sesungguhnya pula diantara faktor terbesar yang menyebabkan hal itu adalah keberadaan jamaah-jamaah harokah, hizbiyyah kontenporer yang terpengaruh pemikiran ahlul bidah yang menyelisihi aqidah dan manhaj Salafiyah. Bahkan terkadang mereka berbicara atas nama Ahlus Sunnah, salafiyah, padahal tidak demikian. yang menjadikan perkara ini tersamar bagi kebanyakan manusia dan tersembunyi hakekat sebenarnya yakni betapa banyak penyimpangannya dari jalan Salafush Shalih, karena orang-orang awam menganggap jamaah-jamaah hizbiyyah, harokah dan semisalnya tersebut adalah Ahlus Sunnah yang menyeru dakwah Salaf namun pada hakekatnya jauh panggang dari api. Sesungguhnya pula yang menjadi ukuran adalah hakekat dan makna sebenarnya, bukan dari kata-kata dan julukan nihil. oleh karena itu waspadalah terhadap jamaah hizbiyyah. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh: Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi'I -rahimahullah-
|
|
Banyaknya periwayatan tentang asbabun nuzul tanpa seleksi antara yang shahih dan dhaif bahkan maudhu akan menimbul penafsiran dan penta'wilan yang bermacam-macam yang berakibat pada munculnya pemahaman yang rancu, syubhat bahkan dapat menyesatkan. Al hafidh Al Ala'i -rahimahullah- berkata dalam ' Jamiut Tahshil" juga dalam " Shahih Muslim" dari Imam Ibnu Sirrin -rahimahullah- Beliau berkata," Tadinya kami tidak menanyakan sanad-sanad hadits, maka ketika terjadi fitnah, mereka berkata,'sebutkan perawi kalian, akan dilihat, apakah dari Ahlus Sunnah sehingga kami menerima hadits mereka ataukah Ahli Bidah sehingga kami menolaknya." Demikian pentingnya sanad, maka dahulu para ulama kita -rahimakumullah- tidak menerima hadits kecuali dengan sanad-nya. Apalagi berkaitan dengan hadits yang berkaitan dengan sebab turunnya ayat, sangatlah penting karena dari sinilah akan banyak diambil hukum-hukum agama. Salah satu kitab dari sekian banyak kitab Ulama yang membahas asbabun nuzul adalah kitab karya Syaikh Muqbil bin hadi Al Wadi'i -rahimahullah- ditulislah sebuah kitab yang hanya menyajikan hadits-hadits shahih asbabun nuzul (sebab-sebab/latar belakang turunnya ayat) disertai takhrij dan tahqiq hadits shahih asbabun nuzul sehingga menjadikan kitab ini berbobot dan memiliki kualitas ilmiyyah. dalam edisi revisi ini penyebutan hadits dilakukan secara lengkap demikian pula dengan penyebutan sanad . |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 821 - 825 dari 1130 |