Hampir setiap tahun ketika menjelang dan saat menjalankan ibadah Ramadhan kita mendengar khatib/pemceramah membawakan hadits-hadits : 1. " shuumuu tashikhkhuu" yang artinya Puasalah, niscaya kalian sehat." 2. atau hadits yang artinya " Wahai manusia, kalian telah dinaungi bulan yang agung, bulan yang didalmnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajiban dan sholat malam sebagai sunnah, barangsiapa yang bertaqqarub didalamnya dengan suatu kebaikan maka dia seperti menunaikan suatu kewajiban pada bulan lain.. Ramadhan adalah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.." 3. atau hadits yang artinya "Seandainya hamba-hamba itu mengetahui apa yang ada di dalam bulan Ramadhan niscaya umatku berangan-angan agar Ramadhan setahun penuh, sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari ujung tahun ke tahun berikutnya." Hadits pertama diatas adalah hadits munkar (lihat I'latil hadits 1/249 Ibnu Abi Hatim) dan yang kedua adalah hadits dhaif [lihat Tahdzibut Tahdzib (7/322-323), dan yang ketiga adalah hadits maudlu (palsu) (lihat Al Maudlu'at (2/188-189). Seringkali kita mendengarnya dari para khatib diatas mimbar membawakan hadits-hadits tentang ramadhan dan keutamaannya tersebut dan hadits yang lainnya,. Diantara hadits yang dibawakannya ada yang shahih dan ada yang dlaif bahwan maudhu (palsu). namun sangat disayangkan ketika membawakan hadits-hadits yang lemah bahkan palsu ini mereka tidak menerangkan tentang kelemahannya kepada hadirin yang awam tentang masalah hadits, bisa jadi karena sang khatib masih jahil akan derajat hadits yang dia sampaikan sehingga pendengarnya menyangka bahwa hadits-hadits tersebut sah datangnya dari Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , padahal sama sekali bukan. Hendaklah kita takut kepada ancaman Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , Dari Abu Hurairah -rodliallohu anhu- , dia berkata:" telah bersabda Rosululloh,' Barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendaklah dia mengambil tempat tinggalnya di neraka." [hadits Shahih mutawatir Riwayat Imam Al Bukhori dalam Shahihnya juz 1 hal 36 dan Imam Muslim dalam shahihnya juz 1 hal 8 dan lainnya]. Telah berkata Abdulloh bin Lahi'ah (w 174 H)," Aku telah mendengar seorang syaikh dari Khawarij yang telah bertaubat dan ruju', dia berkata,'Sesungguhnya hadits-hadits ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambil agama kamu ! karena sesungguhnya kami dahulu, apabila kami condong kepada satu urusan (maksudnya faham/pendapat yang cocok dengan bid'ah mereka), niscaya kami jadikan urusan itu sebagai suatu hadits (Yakni kami palsukan menjadi sebuah hadits." simak pembahasannya dalam VCD ini. VCD Hadits Dhaif dan Maudhu Seputar Ramadhan Pembicara Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat Produksi Pustaka Al ilmu, 2 VCD Harga 30.000
|