| Salafiyyah Menang Dengan Izin Alloh Azza wa Jalla |
| Ditulis Oleh: Syaikh Salim Bin Ied Al Hilali | |
|
Sesungguhnya menisbatkan (menyandarkan) diri pada salafush Shalih adalah kemuliaan dan kebanggaan bagi setiap orang yang mengimani Alloh Azza wa Jalla sebagai Rabb, mengimani Islam sebagai agama, mengimani Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam sebagai Nabi dan Rosul. Dan berdasarkan hal ini, bagi seseorang yang mengetahui bahwasanya salafush shalih adalah para sahabat Nabi yang Alloh Azza wa Jalla meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, mereka adalah generasi umat yang patut dicontoh, yang dididik oleh Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , mereka diatas kita dalam segala kebaikan, dan kita adalah generasi yang mengikuti mereka, jalan mereka adalah jalan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla ,” dan barang sisapa yang menentang Rosul sesudah jelad kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan dia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali.” [An Nisa 115]. Jelaslah bahwa pada ayat tersebut mewajibkan kita untuk mengikuti jalannya orang-orang mukmin (orang mukmin ketika ayat ini turun adalah para sahabat-red), kecuali berpaling dari jalan mereka adalah sebab kesesatan dunia dan kebinasaaan diakherat yang diancam dengan jahannam. Alloh Azza wa Jalla tidak akan memperdulikannya dalam keadaan bagaimana ia akan binasa, sehingga menjadikan dia disambar syaithon-syaithon dari kalangan jin dan manusia, dan diakherat akibatnya adalah kejelekan,d an kembalinya adalah siksa yang pedih karea tidak mengikuti petunjuk Shohabat rodliallohu anhum . Dan sesungguhnya dari tanda-tanda yang nampak pada Ahlus Sunnah adalah kecintaan dan keridhaan mereka kepada Shohabat rodliallohu anhum dan berlepas diri dari apa-apa yang dilakukan oleh kelompok sesat Syiah rafidhah yang keji, dimana mereka mencela , melaknat dan berlepas diri dari para Shohabat rodliallohu anhum, dan menjadikan perbuatan keji mereka sebagai amalan ibadah !!! mendekatkan diri kepada Alloh Azza wa Jalla –mereka hanya menyangka dan berdusta-!!. Berdasarkan hal ini, barangsisapa berkata, “Saya bukan salafi”, jika ia mengetahui hakekat apa yang dikatakannya-sesuai dengan penjelasan tentang makna salaf diatas- maka sungguh orang seperti ini adalah memperbodoh dirinya sendiri., karena para Shohabat Nabi berdiri diatas millah (agama) Ibahim Alaihis Salam dan millah Muhammad Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , Alloh Azza wa Jalla berfirman,” Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri.”[Al Baqoroh 130]. Dan mereka yang berlepas diri dan memerangi salafiyyah sungguh telah menggolongkan diri mereka sendiri pada kelompok syaithon, karena salafiyyah adalah merealisasikan pengamalan kehidupan orang-orang yang berada diatas jalan yang lurus-yang mana Alloh telah memberikan kenikmatan mereka baik pada masa lalu maupun sekarang (dan akan dating)- Alloh Azza wa Jalla berfirman tentang mereka,” Dan barangsiaspa yang menta’ati Alloh dan RosulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Alloh, yaitu Nabi-Nabi, para shidiqqin, oaring-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”[An Nisa 69]. Barangsiapa yang menyelisihi mereka maka sungguh dia enggan untuk masuk surga dan dia enggan kecuali menjadi orang-orang yang mengikuti jalan –jalan kebinasaan, sekalipun jumlah mereka banyak, sesungguhnya kebenaran itu tidak dilihat dari jumlah yang banyak, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,” Orang-orang Yahudi dan Nashrani telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua kelompok, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok, semuanya masuk neraka kecuali satu kelompok, para sahabat bertanya: ‘Siapa kelompok yang selamat itu Ya Rosululloh?, beliau menjawab,’mereka Adalah Al Jamaah.” [Shahih Sunan At Tirmidzi 2640-2641] dan dalam kalimat lain,” mereka adalah orang-orang yang seperti aku dan para sahabatku pada hari ini.”[Shahih Sunan At Tirmidzi 2641]. Maka barangsiapa mencari petunjuk dan keselamatan, namun dia enggan untuk menempuh metode yang dilakukan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dan para Shohabat rodliallohu anhum maka sesungguhnya akan terancam jahannam. Dan ancaman nabi,” Semau Umatku akan masuk surga kecuali yang enggan, ditanyakan kepada Nabi: Siapa yang enggan itu wahai Rasululloh?, Beliau bersabda: Barangsiapa mentaatiku dia akan masuk surga, barangsiapa mendurhakaiku maka berarti dia enggan.” [Shahih Bukhari 7280]. Dan dakwah salafi yang diberkahi Alloh Azza wa Jalla –Segalapuji bagi Alloh- berusha dengan sungguh-sungguh untuk merealisasikan hal ini secara amal perbuatan dalam kehidupan manusia, akan tetapi sangat disayangkan dakwah ini mendapat rintangan yang banyak dari musuh-musuhya dengan mencegah dakwah salaf ini menyampaikan risalahnya, dan dibuatlah kebohongan terhadap dakwah salaf, dibuatlah tuduhan dengan hal-hal yang dakwah salaf berlepas diri dari hal itu-baik secara global maupun secara rinci-bahkan mereka menghasut para penguasa dibanyak negara untuk memusuhi dakwah salafi. Ini adalah kebiasaaan ahli bidah semenjak zaman lampau dan tidak selamat darinya seorangpun sekalipun para nabi, sahabat nabi, para imam dan rabbaniyyun. Maka tuduhan terhadap dakwah salaf-misalnya bahwa dakwah salaf adalah harokah(gerakan), dengan makna bahwa dakwah salafi adalah hizbi (golongan) adalah merupakan kedhaliman dan perbuatan jahat terhadap dakwah salafiyyah, karena dakwah salafi memerangi hizbiyyah maqiitah(hizbiyyah yang dibenci yang memecahbelah umat-sebagaimana juga dakwah salafi sebelumnya memerangi madzabiyyah (fanatik mahdzab). Tuduhan bahwa dakwah salafi adalah harokah,hizb bukanlah istilah dakwah salafiyyah dan tidak didapati melainkan pada pikiran–pikiran hizbiyyin dan orang-orang yang bukan dari kalangan salafiyyin yang menyangka bahwa dakwah salafush shalih adalah gerakan hizbiyyah sebagaimana gerakan-gerakan yang didirikan para pemimpin hizbiyyah dan jama’ah-jama’ah mereka. Tidakkah mereka mengetahui? Bahwa dakwah salaf adalah dakwah Muhammad Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam dn para Shohabat rodliallohu anhum dan bahwasanya gerakan dakwah salafi tegak kokoh berdiri diatas dakwah kepada Alloh dengan ilmu, hikmah dan nasehat yang baik-mengumpulkan,menyatukan kalimat kaum muslimin diatas kalimat tauhid-tanpa hizbiyyah (fanatik terhadap kelompok) yang dibenci atau bid’ah-bid’ah yang dibuat-buat, tetapi justru tolong menolong sesuai dengan syariat yang tegak diatas dalil. Dakwah salafiyah yang diberkahi ini adalah dakwah yang paling jauh dari melakukan benturan dengan penguasa kaum muslimin-walaupun mereka (penguasa kaum muslimin)berbuat aniaya dan dzalim kepada muslimin-tetapi dakwah salafi menasehati mereka, berlaku lembut dan mendoakan kebaikan kepada mereka para penguasa tersebut. Sebagaimana perkataan Al Imam Al Fudhail bin Iyadh-rahimullah- dan imam-imam ahlus sunnah lainnya,” kalaulah saya memiliki doa yang mustajab (doa yang pasti dikabulkan Alloh seketika) tentulah aku pergunakan utnuk mendoakan penguasa, akrena dengan baiknya penguasa berarti umat menjadi baik.” Maka para salafiyyun (pengikut salafush shalih) yang benar-benar salafi dan bukannya salafi yang hanya pengakuan semata, tidaklah mengobarkan dan membangkitkan kegoncangan politik yang merusakkan negeri dan penduduknya, padahal para penguasalah yang paling berhaq mendapatkan penghormatan, bukannya dilawan dan didesak. Alloh Azza wa Jalla berfirman” Dan barangsiapa yang dihinakan Alloh maka tidak seorangpun yang memuliakannya.”[Al Haj 18]. Dan doa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,” Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi.” Adapun sebagian manusia yang mereka itu mengenakan pakaian salafiyah mereka berhias dengan hiasan dai salafi, menampakkan kepada manusia bahwa mereka itu termasuk bagian dari salafiyyah dan salafiyyah bagian dari mereka, mereka itu-pada saat itu juga- menyelisihi dan menikam ulama salafiyah, mengejek manhaj salaf, terlebih lagi tikaman dan ejekan mereka kepada para duat dan pembawa dakwah salafiyyah. Maka bagaimana dapat bertemu dakwaan yang dusta ini dengan keadaan yang terbalik ini Maha Suci Engkau Ya Alloh, ini adalah kedustaan yang nyata, “ Dan Alloh benar-benar akan menolong orang yang menolong agamaNya, sesungguhnya Alloh benar-benar maha kuat lagi Maha Perkasa.”[Al Haj 40]. Sumber : Majalah Al Ashalah edisi 38, diterjemahkan dan dipublikasikan dalam Adz Dzakhiirah Al Islamiyyah edisi 09 th II 1424 H.Ditulis kembali oleh Abu Umair Abdul Ghofar Al Atsari [Dilarang mengkopi kecuali menyertakan www.al-aisar.com sebagai sumber] |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|