| Tafsir Ibnu Mas'ud |
| Ditulis Oleh: Dr Muhammad Ahmad Al Isawi | |
Tidak semua orang yang berbicara bahasa Arab dapat memahami Al Qur'an, dan tidak semua orang yang berbicara bahasa Arab dapat menafsirkan kitab Allah, dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, berupa masalah-masalah pelik, tidak mudah untuk mengetahuinya kecuali orang-orang yang berilmu. Alloh Azza wa Jalla berfirman,(Padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, 'Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami', dan tidak dapat mengambil pelajaran [daripadanya] melainkan orang-orang yang berakal) (Qs. Aali Imraan [3]: 7). Ayat ini menjelaskan bahwa yang dapat menafsirkan ayat-ayat Al Qur'an adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan agama dan pokok-pokoknya. Adapun manusia yang paling baik dalam hal ini adalah para sahabat yang hidup sezaman dengan turunnya ayat dan mendapati penjelasan yang terdapat di dalamnya, serta mengetahui kandungan bahasa Arab dengan berbagai gaya bahasanya. Di kalangan para sahabat ada beberapa orang yang terkenal pandai dalam bidang tafsir, ada pula yang pengetahuannya tentang tafsir hanya sedikit dan sebagian lainnya mengetahui lebih banyak tentang tafsir. Adapun di antara para sahabat yang pengetahuannya tentang tafsir hanya sedikit adalah Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar, Umar dan Utsman , dan ditambah dengan khalifah keempat yaitu Ali bin Abi Thalib -rodliallohu anhum- . Kemudian selain mereka ada juga beberapa sahabat yang terkenal dalam bidang tafsir, yaitu Abdullah bin Mas'ud, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al Asy'ari, Abadilah yang empat dan Ummul Mukminin Aisyah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan keridhaan-Nya kepada mereka semua. Adapun sahabat yang paling banyak meriwayatkan tafsir adalah Abdullah bin Abbas (salah seorang 'Abadilah yang empat), kemudian Abdullah bin Mas'ud. Keduanya merupakan sahabat yang paling banyak memiliki riwayat tafsir. Keistimewaan Abdulloh bin mas'ud -rodliallohu anhu- adalah beliau lebih dahulu masuk Islam dan paling dekat dengan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam. Kesaksian terpenting untuk Ibnu Mas'ud adalah kesaksian Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam, bahwa ia akan masuk surga, sebagaimana tertuang dalam suatu riwayat hadits tentang 10 orang (yang dijamin masuk Surga). Dari Sa'id bin Zaid, ia berkata: Ketika kami sedang bersama Rasulullah di Hira', beliau memberitahukan 10 orang yang akan masuk Surga: Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Malik, Sa'id bin Zaid dan Abdullah bin Mas'ud. Ibnu Ma'ud -rodliallohu anhu- seorang imam dalam bidang Tajwid Al Qur'an, Tahqiq dan tartilnya. Ia memiliki suara yang bagus Suaranya tidak hanya sekedar bagus dan merdu layaknya keindahan pertumbuhannya di perkampungan yang bersih, akan tetapi lebih dari itu. la membaca dengan ruh dan hatinya. Ia membacanya seperti yang diturunkan Allah. Diriwayatkan bahwa Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam mendengar bacaannya dalam sholatnya, maka beliau bersabda, "Barangsiapa yang ingin membaca Al Quran sesegar seper ti saat diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummu Abd." Diriwayatkan bahwa Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda kepadanya, "Bacakanlah untukku!, kemudian Ibnu Mas'ud berkata, "Apakah aku akan membacakannya di hadapan Engkau, sedang Al Qur'an diturunkan padamu?" Nabi bersabda, "Aku ingin mendengarnya dari selain aku. " kemudian, Ibnu Mas'ud membacakan dari awal surah An-Nisa' hingga ayat, " [halnya orang kafir nanti], apabila kami memdatangkan seseorang saksi [rasul] dari tiap-tiap umat dan kami matdatangkan kamu [Muhammad] sebagai saksi atas mereka itu rai umatmu). (Qs. An-Nisaa' [4]: 41). (Mendengar ayat tersebut) Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam kemudian menangis" Abu Utsman An-Nahdi berkata, "Ibnu Mas'ud pernah shalat mengimami kami dengan membaca 'Qul Huwallahu Ahad. Aku sangat berharap agar ia membaca surah Al Baqarah karena suaranya yang bagus danbaik." Alqamah berkata, "Aku pernah bermalam di rumah Abdullah di rumahnya. Ia bangun (untuk shalat malam) dan membaca seperti bacaan seorang laki-laki di masjid kampungnya, tidak mengeraskan suaranya tapi orang-orang yang ada di sekelilingnya bisa mendengar." Ubaidillah berkata, "Apabila mata telah tenang, Abdullah bangun dan aku mendengar suara mendengung seperti dengungan lebah hingga Subuh." la sangat memperhatikan tempat-tempat yang indah dalam Al Qur'an. la mencap surah Hawamim: surah-surah yang dimulai dengan Haamiim sebagai sutera Al Qur'an, dan dikali lain ia menggambarkannya seperti taman-taman Al Qur'an. Karena ia merasakan indahnya bacaan dengan tartil, kita dapati ia mengkritik orang yang tergesa-gesa dalam membaca Al Qur'an. Ia mengingkari dengan mengatakan, "Apakah yang demikian ini seperti syair? atau natsar seperti korma jelek yang dibuang?" la mengatakan, "Bacalah denga tartil, karena ia akan menghiasi Al Qur'an." la juga berkata, "Bacalah Al Qur'an sesuai tajwid dan hiasilah dengan suara kalian dan arabkanlah, karena ia berbahasa Arab dan Allah suka bila diarabkan (dibaca layaknya bacaan Arab yang fasih)." Abdulloh bin Mas'ud -rodliallohu anhu- adalah salah seorang ahli qiraat papan atas. Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam menjadikannya sebagai salah satu dari empat orang yang disuruh untuk diambil bacaanya oleh kaum muslimin. Abdulloh bin Amru berkata ketika disebutkan Ibnu Mas'ud dihadapannya "Sesungguhnya orang ini selalu saya cintai setelah saya mendengar Rasulullah bersabda, Belajarlah qiraat Al Qur'an kepada empat orang: Abdulloh bin Mas'ud (disebutkan pertama kali), Salim maula Abu Ubay bin Ka'ab, dan Mu'adz bin Jabal.") Para sahabat mengetahui keutamaannya dan senioritasnya dalam mengetahui kitab Allah. Diriwayatkan dari Qais bin Marwan bahwa ia mendatangi Umar bin Khattab lalu berkata, "Wahai Amirul Mukminin, aku datang dari Kufah dan di sana kutinggalkan orang yang mendiktekan Al Qur'an dari dalam dadanya (di luar kepala)." Maka Umar marah dan naik darah hingga hampir memenui kedua bagian saluran pernapasannya. Lalu ia bertanya, "Siapakah dia? celaka kamu". la menjawab, "Abdullah bin Mas'ud". Maka reda-lah amarahnya hingga ia kembali seperti semula. Kemudian ia berkata, "Celaka kamu, aku tidak mengetahui ada orang yang tersisa dalam ilmu ini selain dia." Mu'adz bin jabal -rodliallohu anhu- menganggapnya sebagai salah satu dari empat orang yang layak ditimba ilmunya, yaitu: Dia (Abdullah bin Mas'ud), Abu Darda', Salman Al Farisi dan Abdullah bin Salam. Abu Mas'ud berkomentar tentangnya, "Ia adalah orang yang tersisa yang paling mengetahui kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam " Abu Musa -rodliallohu anhu- mengetahui keluasan ilmunya sehingga ia berkata, "Janganlah kalian bertanya kepadaku tentang sesuatu selagi orang alim ini ada di tengah-tengah kalian." Ketika ia wafat berita dukanya disampaikan kepada Abu Darda', maka ia berkata, "Setelahnya tidak ada orang yang seperti dia."(ISS) Ali -rodliallohu anhu- pernah ditanya tentangnya, maka ia menjawab, "Adapun Ibnu mas'ud maka Ia ahli Al Qur'an dan pakar Sunnah, dan cukuplah ia diberi atribut demikian." Abdulloh bin Ma'sud -rodliallohu anhu- sendiri mengetahui keluasan ilmunya, khususnya yang dengan kitab Allah. Ia berkata dalam khutbahnya, "Demi Allah, Para Shohabat Nabi telah mengetahui bahwa aku termasuk yang paling mengetahui tentang kitab Allah, dan aku bukanlah yang terbaik di antara mereka." Ia berkata lagi, "Tidak satupun surah yang diturunkan kecuali aku mengetahui untuk apa ia dirurunkan (sebab turunnya). Seandainya aku ada orang yang lebih pandai dariku dalam kitab Allah, yang aku bisa mendatanginya baik dengan unta atau binatang tunggangan lainnya pasti aku akan mendatanginya." Abu Wail Syaqiq bin Salamah berkata dalam suatu riwayat, "Aku pernah duduk dalam lingkaran yang di dalamya terdapat beberpa shohabat Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam , dan aku tidak mendengar ada satupun pun yang membantah perkataan ibnu mas'ud ."' inilah kitab tafsir dari satu-satunya ' sahabat yang pernah Rasulullah suruh untuk membacakan ayat Allah dihadapan beliau dan membuat beliau menguraikan air mata. Yang karenanya Abu Musa Al Asy'ari berkata, "Jangan tanyakan kepada kami suatu masalah selama sahabat ini berada di antara kalian." Tafsir ini adalah buah dari keshalihan seorang sahabat yang pertama kali me ngumandangkan Al Quran dengan suara merdu dan lantang dihadapan Para pembesar Quraisy. Sungguh, Islam telah melimpahkan ilmu pengetahuan, kemuliaan,serta ketetapan hati kepadanya, sehingga ia menjadi salah seorang terkemuka dalam sejarah Islam, hingga beliau Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam "Berpegang teguh-lah pada ilmu yang diberikan oleh Ibnu Ummi Abdin (Ib nu Mas'ud.). Inilah ayat-ayat yang pernah ditafsirkan oleh ahlinya,yang pernah dido'akan Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam menjadi orang yang paling faham agama, sehingga para sahabat sepakat tentang keilmuannya dalam hal tafsir Al-Quran, Demi Allah yang tiada tuhan selain-Nya, Tidak ada satu surah pun yang diturunkan oleh Allah yang tidak saya ketahui tempat turunnya. Tidak ada satu ayat Al Qur'an pun yang tidak saya ketahui dalam kasus apa diturunkannya. Kalau aku tahu ada seseorang yang lebih tahu dariku tentang Kitab Allah dan bisa ditempuh dengan kendaraan unta, niscaya akan kudatangi rumahnya...." [Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari IbnuMas'ud ]. Tafsir Ibnu Mas'ud judul asli : Tafsir Ibnu Mas'ud : Jami wa tahqiq wa Dirasah penyusun dan tahqiq : Dr Muhammad Ahmad Al Isawi fisik : buku ukuran sedang, hardcover, 1116 hal Penerbti: Pustaka Azam harga Rp 199.000 |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|

Tafsir Al Qur’an : tafsir As Sa'di [ Edisi Lengkap 7 Jilid ]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Tafsir Ath Thabari [Edisi lengkap 26 Jilid ]
Inilah rangkaian 26 jilid lengkap serial terjemahan dari kitab Tafsir Jamiul Bayan An Ta'wil Ayi...
Selengkapnya...
Tafsir Al Qurthubi [ Edisi 20 Jilid Lengkap ]
Diantara kitab tafsir yang didasarkan pada kajian fiqh adalah kitab tafsir karya Imam Al Qurthubi -r...
Selengkapnya...
Tafsir Adhwa’ul Bayan:Tafsir Al Quran dengan Al Quran [Edisi 12 Jilid Lengkap]
Inilah dari rangkaian Kitab terjemah tafsir Adwaul Bayan, sebuah kitab tafsir yang ditulis oleh Al A...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [ Edisi 18 Jilid Lengkap ]
Para ulama -rahimakumullah- telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah ...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [4 Jilid lengkap]
Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua ka...
Selengkapnya...
Subulus Salam Syarah Bulughul Maram [Edisi Lengkap 3 Jilid]
Sesungguhnya para ulama umat ini -semoga Allah memberi mereka balasan yang lebih baik- telah mengera...
Selengkapnya...
Tafsir Al Aisar [ 7 jilid lengkap]
Tafsir Al Quran ditulis untuk menjelaskan makna dan maksud ayat didalamnya sehingga kaum muslimin da...
Selengkapnya...
Tafsir Al Muyassar [ 3 jilid lengkap]
Allah menurunkan Al Qur’an kepada NabiNya, Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- d...
Selengkapnya...
Shahih Tafsir Ibnu Katsir [9 Jilid Lengkap]
Shohabat Tamim Ad-Dari -rodliallohu anhu- dia berkata, Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabd...
Selengkapnya...
Tafsir Ibnu Katsir [6 Jilid Lengkap, Edisi Lux]
Tidak diragukan lagi bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir yang kandungan isinya t...
Selengkapnya...
Terjemah Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari [36 Jilid lengkap]
Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari adalah karya Al Imam Al Hafidz Abi Fal Ahmad bin Ali bin Muhamm...
Selengkapnya...
Syarah Bulughul Maram [ 7 Jilid Lengkap ]
Bulughul Maram adalah kumpulan hadits karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqolani -rahimahullah- yang ba...
Selengkapnya...
Syarah Riyadhus Shalihin [ 5 jilid Lengkap ]
Buku Syarah Riyadhus Shalihin ini merupakan terjemahan dari kitab aslinya berjudul Bahjatun Nazdziri...
Selengkapnya...
Syarah Shahih Muslim [12 Jilid Lengkap]
Para ulama telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur'an adalah Kitab Shahih Al Bukhori...
Selengkapnya...
Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahih Al Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Kitab Shahih Muslim adalah salah satu dari kitab yang paling sahih setelah al-Qur'an, selain Shahih Al Bukhari. .bl {background: url(http://al-aisar.com/components/com_magazine/layouts/images/bl.gif) 0 100% ...
Selengkapnya...
Shahih At Targhib wa Tarhib [6 Jilid Lengkap]
Sesungguhnya semangat ibadah seorang muslim akan tumbuh bila janji pahala dan indahnya balasan berta...
Selengkapnya...