| Meraih Pahala Besar dengan Sedikit Amal |
| Ditulis Oleh: ust. Abu yahya Badrussalam Lc | |
Setiap manusia mempunyai tabiat ingin meraih kebaikan yang banyak, baik dalam materi duniawi maupun pahala ukhrawi, namun orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat lebih mengharapkan pahala akhirat dari kesenangan dunia yang sedikit, karena akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.Alloh Tabarraka Wa Ta'ala memerintahkan kita untuk mencari akhirat tanpa melupakan dunia: " Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia...". (Al Qashash: 77). Dahulu, kaum mukminin sibuk berlomba mencari pahala akhirat. Abu Dzarr radliyallahu 'anhu berkata," Sesungguhnya beberapa orang dari shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Wahai Rosulullah, orang-orang kaya telah pergi membawa pahala banyak; mereka sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami ber-puasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka...". (HR Muslim 2/697 no 1006) Subhanallah! mereka iri kepada orang kaya bukan karena mempunyai materi kekayaan yang tidak mereka miliki, namun iri karena orang kaya dapat berinfaq dan shodaqah sementara mereka tidak, sehingga mereka tidak dapat meraih pahala besar seperti yang diraih oleh orang kaya. Memang itulah tempat perlombaan kaum mukminin, maka selayaknya bagi seorang muslim untuk memikirkan masa depannya di hari akhirat, karena harta dan anak-anak pada hari itu tidak bermanfaat kecuali orang yang membawa hati yang selamat, membawa pahala besar agar dapat me-nyelamatkan dirinya dari api neraka. Saudaraku, agar mendapat pahala yang besar, kita sangat membutuhkan ilmunya, karena orang yang berilmu dapat meraih pahala yang besar dengan sedikit amal, Ibnu Qayyim rahimahullah berkata," Orang yang berilmu, sedikit amalnya namun lebih banyak pahalanya, kenyataan membuktikan demikian, dimana para pekerja amat lelah bekerja, sementara instruktur hanya duduk memerintah dan melarang serta memperlihatkan tata caranya, namun gajinya jauh lebih tinggi dari pada para pekerja. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengiyaratkan kepada makna ini, sabdanya: "Iman yang paling utama adalah beriman kepada Allah kemudian jihad." [Bukhari no 26 dari Abu Hurairah bahwasannya Rosulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya," Amal apa yang paling utama? beliau menjawab," Iman kepada Allah dan Rosul-Nya". Ditanya," Kemudian apa? beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah", ditanya," kemudian apa? beliau menjawab"Haji mabrur". Adapun lafadz yang dibawakan oleh Ibnu Qayyim adalah riwayat Ibnu Hibban dan Al Hakim dari Ma'iz radliyallahu 'anhu yang dishahihkan oleh syaikh Albani dalam shahih Jami' AshShoghir no1092] Padahal jihad adalah mengorbankan jiwa raga dan menghadapi kesusahan yang dahsyat, sedangkan iman adalah ilmu di hati, amal dan pembenaran, dan la amalan yang paling utama. Padahal jihad jauh lebih melelahkan dan sulit berkali-kali lipat. Hal ini karena dengan ilmu dapat diketahui martabat dan tingkatan amalan, mana yang afdlal dan mana yang tidak, mana yang unggul dan mana yang tidak... sementara orang yang-beramal tanpa ilmu mengira bahwa keutamaan itu terletak pada kesulitan yang ia hadapi" [Miftah darissa'adah 1 /107] maka, bagaimanakah agar kita dapat meraih pahala yang besar dengan sedikit amal ? Amal shalih adalah kesibukkan seorang mukmin, namun kaum mukminin dalam beramal shalih berderajat-derajat, diantara mereka ada yang bersungguh-sungguh beribadah dan diantara mereka ada yang biasa-biasa saja. Amal shalih pun berderajat-derajat dalam pahala, ia butuh kepada pemahaman yang dalam agar dapat meraih pahala yang besar, terkadang seorang hamba sibuk beribadah, ia habiskan waktunya untuk beribadah, namun sedikit pahala yang ia dapatkan bahkan tidak mendapatkan pahala sama sekali. Sementara yang lainnya, biasa-biasa saja dalam beramal namun ia dapat mendulang pahala yang amat banyak, karena keluasan pemahamannya atau keikhlasannya atau faktor-faktor lainnya. Inilah buku yang menjelaskan kepada kita kaedah-kaedah beramal sholeh guna meraih pahala besar namun hanya dengan sedikit amal. BAB I BIMBINGAN UNTUK MERAIH PAHALA BESAR A. Memahami Syarat di Terimanya Amal. B. Tidak ada Pahala kecuali dengan Niat C. Ibadah yang sesuai dengan Sunnah lebih besar Pahalanya dari Ibadah yang tidak sesuai dengan Sunnah D. Bersikap Sedang dalam Melaksanakan Sunnah lebih Baik dari Bersungguh-sungguh dalam Bid'ah E. Pahala Ibadah dilipat Gandakan bila bertepatan dengan Waktu dang Mulia F. Pahala Ibadah dilipat Gandakan bila bertepatan dengan tempat yang Mulia G Ibadah Yang Memberikan Manfaat Kepada Orang lain lebih Utama dari Ibadah yang Pahalanya hanya untuk diri Sendiri H Ibadah yang berhubungan dengan Dzat Ibadah lebih Utama dari Ibadah yang berhubungan dengan tempatnya I. Bila Bertemu Dua Ibadah yang sama-sama Diperintahkan, maka di Dahulu kan yang Wajib dari Ibadah yang Sunnah J. Apabila Bertemu Dua Kewajiban maka didahulukan Ibadah yang Paling Wajib K. Ibadah yang lebih Memperbaiki Hati lebih Utama dari yang tidak Demikian L.- Semakin Sulit suatu Ibadah Semakin Besar Pahala yang Diraih M. Suatu Amal Semakin Besar Manfaat, Mashlahat dan Faidahnya Semakin Besar Pula Pahalanya BAB II MENGETAHUI IBADAH YANG PALINGUTAMA Perbedaan Pendapat Mengenai Ibadah yang Paling Utama Amal yang Paling Utama Jihad yang Paling Utama Ibadah yang tidak Utama Terkadang Menjadi Utama BAB III PERTENTANGAN ANTARA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN Meraih Pahala Besar dengan Sedikit Amal penulis . ust. Abu yahya Badrussalam Lc Fisik : buku ukuramn sedang, softcover, 112 hal Pustaka Al Bashirah harga Rp 19.000 pemesanan : Alamat Email ini dilindungi dari bot spam,Antum Harus Mengaktifkan Javascript Untuk Melihatnya sms : 0819-2469-325 |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|